Isyarat Keheningan


Hari ini aku menyapa dunia dengan senyum tipis,

namun ada ruang yang tak bisa dijangkau oleh cahaya apa pun.

Angin lewat seperti bisikan lama,

membawa ketenangan yang justru membuatku bertanya

apa yang sebenarnya hilang dari diriku.

Pelukan mama tetap hangat,

tapi ada satu kehadiran yang tak lagi kembali ke kursi kosong

di sudut ceritaku.

Ia yang dulu membaca isyaratku sebelum kuberi kata,

yang merayakan langkahku bahkan sebelum aku melangkah.

Sekarang ia berjalan ke wilayah yang tak bernama,

menyembunyikan dirinya di antara cahaya yang tak bisa dipandang lama.

Kadang aku merasa ia hanya bersembunyi,

mengintip dari celah-celah malam,

seolah menunggu waktu yang tepat untuk memberi tanda.

Aku percaya ia masih melihat,

meski lewat bahasa yang tak lagi kumengerti:

angin yang berhenti tiba-tiba,

cahaya yang bergeser tanpa alasan,

atau rindu yang datang seperti pesan dari dunia lain.

Pelukannya tak hilang,

hanya berubah menjadi pertanda-pertanda kecil

yang tak semua orang mampu membaca.

Dan mungkin dalam suatu cara yang tak bisa dijelaskan

ia tidak benar-benar pergi.

Hanya berpindah ke tempat yang tak boleh kusebut.


lagi lagi aku merindukanmu, pah

 

miftahalfiahh

Komentar

Postingan Populer