Mempersiapkan Diri Menyambut Idul Fitri 1444H ! Suasana terawih terakhir Ramadhan tahun ini.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Suasana
terawih terakhir di bulan Ramadhan tahun ini sudah terasa. Satu bulan penuh
umat muslim di seluruh dunia beribadah dengan penuh semangat dan kesungguhan,
menjalankan puasa dan melaksanakan ibadah di malam-malam terakhir Ramadhan.
Dalam suasana terawih terakhir di bulan Ramadhan ini, umat muslim juga memperbanyak doa dan ibadah di malam-malam terakhir untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Malam Lailatul Qadar yang sangat diistimewakan dalam bulan Ramadhan ini pun sudah semakin dekat.
Di tengah semarak suasana terawih, umat muslim juga memperbanyak amal kebaikan dan sedekah. Kita saling membantu dan bersedekah untuk mereka yang membutuhkan, terlebih lagi di tengah situasi sulit akibat pandemi ini.
Mari kita menjaga semangat dan konsistensi dalam beribadah di bulan suci ini, dan semoga kita diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus beribadah dengan baik di masa yang akan datang. Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Suasana yang dipenuhi rasa kerinduan, kehangatan bersama keluarga ditengah rantauan kehidupan yang dimana menjadi dambaan setiap perantau untuk kembali menuju kehangatan kampung halaman.
Tradisi Mudik seperti yang dilakukan
masyarakat Indonesia adalah kegiatan perantau/pekerja migran yang pulang ke
kampung halamannya. Mudik biasa dilakukan ketika menjelang Lebaran. Kegiatan
ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap tahunnya.
Saat Idul Fitri inilah semua umat Muslim
bersukaria. Memakai baju baru, menyiapkan aneka kue lebaran untuk menyambut
tamu, berkumpul dengan sanak saudara, dan sejumlah momen bahagia lainnya.
Anjuran untuk memperlihatkan ekspresi bahagia saat hari kemenangan ini
dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dalam satu hadits diriwayatkan,
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى
الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ
"مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ". قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي
الْجَاهِلِيَّةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "إِنَّ اللَّهَ
قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ"
Artinya, “Diriwayatkan dari sahabat Anas, ia
berkata, ‘Sekali waktu Nabi saw datang di Madinah, di sana penduduknya sedang
bersuka ria selama dua hari. Lalu Nabi bertanya ‘Hari apakah ini (sehingga
penduduk Madinah bersuka ria)?’ Mereka menjawab ‘Dulu semasa zaman jahiliah
pada dua hari ini kami selalu bersuka ria.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda,
‘Sesungguhnya Allah swt telah menggantikannya dalam Islam dengan dua hari yang
lebih baik dan lebih mulia, yaitu hari raya kurban (Idul Adha) dan hari raya
fitri (Idul Fitri).’” (HR Abu Dawud).

Komentar
Posting Komentar